Buya Syafii dan KH Haedar Nashir Menilai KPU Telah Bekerja Keras dalam Pelaksanaan Pemilu

Dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019, KPU bekerja siang malam untuk menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemilu 2019 berjalan lancar dan kini KPU tengah menuntaskan proses penghitungan suara untuk di wilayah DIY.

Melihat kerja keras mereka, Tokoh Bangsa, Buya Syafii Maarif dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr KH Haedar Nashir MSi pun sepakat, bahwa KPU telah bekerja keras mengemban amanah Undang Undang sebagai penyelenggara Pemilu.

Secara khusus, Haedar Nashir memberikan apresiasi kepada KPU dan lembaga terkait dalam penyelenggaraan pemilu.

Menurutnya, bangsa ini harus rekat kembali setelah pemungutan suara 17 April 2019 lalu.

“Pilihan politik berbeda itu sebagai bagian dari demokrasi, tetapi kebutuhan kita sebagai bangsa dalam keragaman itu harus tetap menjadi komitmen bersama,” jelasnya saat ditemui di kediaman Buya Syafii Maarif, Kamis (2/5/2019).

Menurut Haedar Nashir, Pemilu sebagai suatu proses demokrasi itu harus memperkuat ikatan berbangsa dan bernegara.

“Jangan sampai karena Pemilu lalu kita mengalami kemunduran,” lanjutnya.

Terkait perselisihan Pemilu, Haedar Nashir percaya bahwa masyarakat Indonesia yang sudah mengalami proses panjang dalam berdemokrasi tidak akan terpengaruh dengan provokasi.

“Kita percayakan pada institusi yang konstitusional, KPU, Bawaslu dan MK sebagai tempat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang bersifat perselisihan Pemilu.” terangnya.

Sementara Buya Syafii memberikan catatan khusus atas kerja keras KPU, termasuk jatuhnya korban di pelaksana dan juga pengawas serta TNI-Polri.

Mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif atau yang akrab disapa Buya Syafii (Tribun Jogja/ Noristera Pawestri)

“KPU menurut saya telah bekerja keras, profesional dan tidak pilih kasih,” terang Buya Syafii.

Disinggung terkait jatuhnya korban, Buya menekankan perlunya santunan bagi keluarga korban.

Merespons tuduhan adanya kecurangan masif, terstruktur dan sistematis, menurut Buya hal itu sama sekali tidak benar.

“Kalau ada faktanya, kemukakan saja, tempuh jalan-jalan konsitusional,” lanjut Buya.

Secara tegas Buya mengatakan, bahwa siap kalah dan siap menang adalah sikap yang harus diambil oleh peserta Pemilu.

Lebih lanjut Buya meyakini, masyarakat yang terbelah karena Pemilu ini akan rukun kembali.

“Terutama kepada para elite ya, kita rajut kembali persatuan,” tutup Buya Syafii. (rls)

Sumber: http://jogja.tribunnews.com/