Kunci Kemuliaan

Oleh: Iu Rusliana

Tiga kunci agar kita meraih derajat mulia, yaitu dengan banyak bersedekah, selalu memaafkan dan rendah hati pada sesama. Rasulullah SAW mengingatkan, “Tiada berkurang harta karena sedekah. Allah pasti akan menambah kemuliaan orang yang suka memaafkan, dan seseorang yang selalu merendahkan diri karena Allah, pasti Allah akan mengangkat derajatnya,” (HR. Muslim).

Memang hal itu tidak mudah, tapi berusahalah untuk diterapkan dalam keseharian. Membantu orang lain baik dalam kondisi kita sedang lapang atau sempit, membuat hidup ini diselimuti kebahagiaan. Rasulullah SAW menyatakan, “Manusia yang paling dicintai Allah adalah dia yang memberi manfaat kepada sesamanya. Amal perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberi kebahagiaan kepada sesama Muslim dan menghiburnya saat dia dilanda kesusahan, atau meringankannya saat dia dililit hutang, atau memberinya makanan saat dia merasakan lapar. Karena aku lebih menyukai berjalan bersama seorang Muslim yang berbagi dengan orang yang sedang membutuhkan, daripada melakukan iktikaf di masjid selama satu bulan penuh,” (HR. At-Thabrani).

Sementara itu, memaafkan membuat jiwa menjadi tenang. Senyum merekah, lepas bebas tanpa beban berat yang berbatas. Tak akan ada dendam yang membakar jiwa. Ingatlah, kebencian membuat hidup dikuasai dosa. Dengki membakar kebaikan, kesumat menjadikan hati menjadi keji.

Mengapa kita harus selalu rendah hati? Ingatlah kita tidak dapat hidup sendiri. Selalu ada peran orang lain agar roda kehidupan terus berjalan. Disadari atau tidak, semua yang dinikmati dan diraih saat ini pasti dalam prosesnya ada campur tangan orang lain. Saling membutuhkan dan berbagi peranlah dalam kehidupan. Menjaga hubungan baik dengan sesama menjadi kewajiban. Berfokuslah pada upaya menempa diri agar lebih baik. Tak perlu fokus menilai orang lain, hingga lupa dengan diri kita sendiri, perbanyaklah introspeksi. Di atas itu semua, capaian sukses yang diraih saat ini, sejatinya adalah karunia Tuhan. “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang sombong lagi membanggakan diri,” (QS. Luqman:18).

Kesuksesan seorang atasan, tak lepas dari kontribusi bawahannya. Demikian pula sebaliknya, bawahan tumbuh berkembang atas dukungan atasan. Maka sudah sepatutnya untuk saling menguatkan, membantu, dan membesarkan. “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,” (QS. Al-Maidah:2).

Hidup ini usianya sebentar, maka jangan diisi oleh sikap arogan. Rendah hati tak membuat kita kurang dihormati. “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa,” (QS. Al-Qashash: 83).

Apapun posisi kita saat ini, tetaplah saling memberi nasihat kebaikan dan kesabaran dalam berjuang, berjihad dan berkarya yang terbaik pada setiap tarikan napas kehidupan. Seandainya tidak boleh memberi nasihat kebaikan dan kesabaran kecuali seseorang yang terjaga dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasihati orang lain, kecuali Rasulullah SAW karena tidak ada yang terjaga selain beliau. Padahal, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang menunjukkan (mengajak) kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakan kebaikan itu,” (HR. Muslim).

Demikianlah tiga kunci kemuliaan yang semuanya berfokus pada kemanusiaan. Harmonisasi tiada henti dengan bersedekah dan saling memaafkan. Tetaplah rendah hati pada sesama tanpa kecuali, untuk terus belajar mengeja kehidupan yang diliputi kebahagiaan. Wallaahu’alam

Sumber: Kunci Kemuliaan
http://republika.co.id/r/pv4l7l313